Pemuda Penyabar Menjadi Kaya Raya dan Dikenal di Luar Negeri (cerpen)

Mutiara HIKMAH

Pemuda Penyabar Menjadi Kaya Raya dan Dikenal di Luar Negeri



KATA KATA HIKMAH [Daftar Isi]


Pada suatu hari hiduplah seorang pemuda yang bernama Cecep, dia adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas negeri ternama di Bandung. Dia memiliki sifat yang penyabar, tenang dan tidak takut terhadap segala hal kecuali Tuhan dan juga dia kekurangannya adalah penampilan dia tidak terlihat sesuai harta berlimpah. Dia dikelilingi oleh empat sahabatnya yaitu Rere , Denira , Juned, dan Yadi. Kemudian pada esok harinya mereka seperti biasa berkumpul di taman dekat gedung pkm, "woy Cecep mana neh? lama banget dah" sahut Rere dan selang beberapa saat Cecep pun datang "halo kalian, maap yaah lama in, soalnya tadi habis ada urusan sama dekan" "ouhh iya atuh Cep" sahut Juned dan Denira pun bertanya mengenai suatu hal "eh cep emg ada urusan apaan" "soal project" sahut Cecep dan mereka semua terkejut dan merasa sangat senang dan Cecep mengajak mereka ke kafe untuk bersantai dan sesampainya di kafe dia bertemu Marissa bersama geng-nya  yang selalu foya-foya. "Eh kalian, rombongan orang misqueen mampu ke kafe ini hah? mending ke warteg aja sono" sahut Marissa dengan menghina mereka semua dan Juned pun naik pitam dan ia berniat menghajar dia saat itu juga dan Cecep menenangkannya lalu membawa pulang "Jun udah ah biarin mita balik aja yu lagian kita gabawa duit pula" dan setelah itu mereka pulang dan berkumpul di rumah Cecep.

 "Cep gua gabisa nerima ini, sumpah harus dihajar tuh, elu gaboleh diem didepan banyak orang loh" tukas Juned dengan nada tinggi dan Cecep masih sabar "eh Cep, aku pikir kamu jangan terlalu sabar nanti diginiin terus gimana gausah didengerin aja deh kalau gamau senyum mah malah dihujat kan tadi" sahut Denira "Cecep kalo jadi orang jangan diem bae dah, kasih jawaban sekali mah atuh kamu banyaki dihina orang bahkan di kelas sendiri" sahut Rere "iya terus katanya kita tuh orang yang gapantes kuliah" sahut Denira kembali "kita balas dia" sahut Yadi dengan teriak dan Cecep menasihati mereka "kalian jangan terbawa emosi nanti malah kalian makin dihina jadi diem aja karena dibalik masa sulit kita banyak kemudahan tenang soal uang kuliah yang belum bayar siapa? gua kasih nih buat kalian sekarang juga. Eits gaboleh nolak rejeki ini aku ikhlas sama kalian semua kalian ngebantu aku sampai menjadi orang yang banyak isi seminar diluar" "ehh iyadeh aku terima, makasih banget yaaa Cecep kuh yang budiman" sahut Rere dan Juned juga sangat terharu "Cep, makasih banget, belum ada manusia sebaik kamu semenjak sekolah sampe sekarang" "mmm cep buat aku gausah, aku udah bayar kok" sahut Denira dan Cecep bilang begini "Denira, terima aja yah aku mohon kamu jarang banget nerima ini dari aku buat biaya rawat ortu mu dan operasi juga. Aku sayang sama kamu karena kau sahabatku" dan Denira pun berterima kasih dan mereka meminta ijin untuk menginap di rumah Cecep "Cep, kita semua ikut nginep ya kan besok diliburin karena rapat akbar" sahut Denira mewakili ke-3 sahabatnya itu dan Cecep sangat senang karena merasa ada teman di rumahnya "yesss, yaudah sok aja kalau mau kalian gausah nge kos tinggal aja disini lagian semenjak minggu lalu ibu sama bapakku pindah ke luar negeri dan mereka udah bilang sama aku kalau untuk sahabat ku tersayang ini untuk tinggal terus disini bukan selama kuliah, bahkan kalau kalian udah berpasangan pun kalau liburan boleh main kesini" dan mereka sangat terkejut lalu Yadi bertanya lagi "emang ibu dan bapa ga balik ke sini?" "kan udah aku bilang ai kamu Yadi, bapak dan ibu tinggal di luar negeri dan bapak pun baru dilantik jadi duta besar" sahut Cecep kembali dan Cecep menyuruh mereka dahulu untuk memindahkan semua barang dari kos-kosan ke rumahnya. Satu persatu berdatangan kembali ke rumah Cecep mulai dari Yadi, lalu disusul Rere, Denira dan Juned. "Cepp dimana nih kamar kita?" sahut Yadi dan Cecep menjawab "diatas hayu sama aku dianterin da" kemudian Cecep mengantar mereka menuju kamar masing-masing. "Dan aku, ibu dan bapak udah renovasi rumah waktu libur semester genap kemarin di lantai dua ada meja billiard di dekat kamar yang khusus lelaki dan diberi lapangan futsal sama buat basket pun bisa dan di dekat kamar perempuan ada lapangan badminton" sahut Cecep dan mereka semua terkejut bukan main dan sangat terbelalak akan kondisi rumah setelah renovasi dan Cecep sangat kaya lebih yang mereka kira "bener nih crazy rich kampus ini gila" sahut Yadi dan Rere berkata "wadidaw bukan level si itu lah buat cecep tapi karena low profile aja si" "crazy rich indonesia" sahut Juned dengan terkejut dan sempat terdiam beberapa saat,  "Denira, suka gak?" tanya Cecep dan reaksinya Denira pun tak kalah terkejut "masyaallah, aku kira kamu kaya raya dan eh ternyata tajir melintir". Setelah memasuki kamar masing-masing mereka langsung ke bawah dan menonton tv bersama menikmati film horror. "Duaaar" teriak Cecep dengan mata melotot dan mereka kaget terkecuali Denira "iiih Cecep" sahut Yadi dan Juned kompak "Cepppsay mah gitu deh" sahut Rere dan Denira tidak terkejut karena sudah biasa, sehabis itu mereka tidur lalu besok berencana jalan-jalan.

Ingin hosting gratis ☆☆☆

 klik disini 》  ☆☆☆☆☆

Hosting Unlimited Indonesia

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Besok pagi hari ringtone handphone nya Cecep berbunyi dan ada telepon dari dekan fakultas, "" "" sahut Cecep dalam telepon. Waktu sudah lima belas menit menuju jam 8 dan Cecep memanggil ke-4 sahabatnya itu untuk menemaninya. 

Ketika sampai di kampus ia bergegas menuju ruang dekan. "Assalamualaikum" sahut Cecep sambil mengetuk pintu dan setelah dekan membuka pintu lalu mengajak Cecep ke dalam dan dia langsung mempersiapkan mental untuk menjelaskan terkait project, "saya bersama bapak lukman selaku dekan fakultas membuat project video untuk riset dan juga membuat karya buku fenomenologi aksiologis pendidikan di Indonesia yang dimana sudah selesai dan sedang proses perbanyak cetakan buku dan video riset nya sudah jadi lalu saya sudah mendapat satu sampel cetak buku". Cecep menjelaskan dengan sangat lancar dan tegas lalu selang beberapa saat datanglah duta besar beserta perwakilan presiden dan terjadi momen epik karena tak lain tak bukan duta besar adalah sang bapak dari Cecep, tentu ketika sedang menjelaskan dan sempat menunda dan sangat terkejut pertemuan bapak dan anak terjadi di momen yang tidak terduga. "Assalamualaikum" sahut duta besar dan seraya menjawab "waalaikumsalam warahmatullah" dan kemudian Cecep pun tiba-tiba menjadi tidak bisa berbicara karena gugup bapaknya langsung menyaksikan keberhasilan project sang anak. Lalu duta besar atau sang bapak menghampiri Cecep dan lantas berkata kepada semua peserta yang hadir dalam presentasi hasil project yang dilaksanakan bersama sang dekan pun ikut menghampiri "Cecep ini adalah anakku, dia cerdas bahkan saya saja sebagai duta besar pun kalah dan dia bagi saya adalah reinkarnasi Nikola Tesla, kamu pergi ke Jerman saya bapak untuk seminar project kamu ini nak disana" sahut sang bapak dan kemudian dekan pun berkata "Cecep Rahmatullah, kita akan jadi pembicara di Jerman dan sangat senang sekali. Dan bagi kamu persiapkan mental dan bahan project kita dan saya juga akan membantu dan soal passport sudah saya bersama bapakmu ini yang urus" "mmm makasih banyak bapakku, aku akan semangat dan giat" sahut Cecep kembali dan setelah presentasi selesai Cecep bersama sahabat-sahabatnya beserta sang bapak menuju rumah Cecep dengan menggunakan mobil bapaknya.

Seketika itu di dalam mobil "waah selamat yaa sahabat ku," sahut Yadi dan Juned berceloteh "sekarang yang lebih kaya siapa? Cecep sohib kita atau si cewe yang katanya cantik dan kaya?" lantas Rere dan Denira tertawa dan Cecep mengingatkan "sut ah gabaik gitu, kan inijuga berkat kerja keras dan dukungan kalian juga, aku sayang kalian semua dan sang bapak pun berkata "Anakku, kamu sudah membuat bapak sangat bangga dan berhasil menyekolahkanmu hingga universitas bapak dulu kuliah S1 dan mengajar beberapa tahun dan sekarang kamu ke tempat bapak bekerja di Jerman menjadi pembicara dalam acara World Education Summit di Munich" sahut sang bapak kepada Cecep dan Cecep bertanya lagi "bagaimana mereka pa? mereka semua sahabat aku yang semangatin aku dan membantu terus selalu kritis terhadap Cecep bakal gimana nih?" dan sang bapak menjawab "oh hampir aja bapak lupa, untuk kalian semua sebagai malaikat bagi Cecep kalian akan mendapatkan pekerjaan di institusi pemerintahan untuk Denira dan Yadi, lalu Juned kamu akan saya masukkan menjadi anggota keamanan kantor duta besar dan kamu Rere akan saya kenalkan sebagai pemegang saham 100% perusahaan saya di sini, Bandung, dan dengan saham itu kamu sah menjadi pemilik salah satu perusahaan saya dibidang ekonomi dan perluasan lapangan kerja ya yang namanya PT. SHIDDIQUN AMANAH" dan kamu juga kerja sebagai dewan pengawas di cabang perusahaan saya di daerah Bandung juga yang dekat kampus atau istilahnya kamu mengelola 2 perusahaan secara utuh" lantas Rere menangis bahagia dan sangat terkejut serta sedikit bingung soal Cecep "pak, kalau Cecep gimana?" dan kembali dijawab "Cecep sudah pasti menjadi staf dinas pendidikan" "lah kok beda jauh ama kita ya?" sahut Juned dan Cecep membalas "kan aku ini jurusan pengelolaan pendidikan dan akan meningkatkan kualitas pendidikan negara kita ini dan aku punya hutang terhadap negara yaitu membuat anak anak menjadi terdidik dan rajin, dan di kala aku habis masanya kelak akan mengelola satu perusahaan perkebunan sawit di kalimantan" semua sahabat terkejut juga dan mereka saling berpelukan dan menjalani hidup bahagia dengan sesuai pekerjan yang telah mereka dapatkan. Setelah mereka bekerja, Juned mengajak semua sahabat nya berkumpul kembali di rumah cecep karena rindu nostalgia masa kuliah, dan mereka berkumpul pada saat masa liburan dan Juned diberi jatah cuti oleh bapaknya Cecep serta Yadi dan Denira pun lalu Rere sebagai pengelola perusahaan cuti sementara demi temu rindu bersama ke-4 sahabatnya.

Kemudian pada besok hari nya mereka hang-out  di mal untuk bermain di taman rekreasi. "Asik yaa mengenang masa kecil hahaha" sahut Rere dan Denira pun asyik dengan permainan hockey bersama Juned dan Cecep bersama Yadi membuat Vlog tentang liburan mereka semua. Setelah itu mereka memutuskan pulang dan makan dirumah. Pada esok harinya lagi, mereka pergi ke kafe yang mereka singgahi dulu dan mereka istirahat di taman lalu berbicara soal kejadian lalu. "Eh Cep btw kamu maafin Marissa gak?" sahut Denira dan Juned bereaksi "halaaah percuma" lalu Cecep bereaksi melihat ke arah Juned dengan mata melotot lantas takut dan Cecep tertawa dan berkata "sejahat nya orang sama kita semua, kita juga harus saling memaafkan dan jangan dibahas lagi udah kan itu mah dulu dan perlu diingat tuhan menyukai orng pemaaf dan murah hati dan berguna  agi orang banyak" dan selang beberapa saat datanglah Marissa dengan penampilan lusuh dan terlihat lesu "loh kok kamu kayak gini Mar?" sahut Yadi dan kemudian Marissa bercerita masalahnya "aku ditinggalin satrio dan dia gamau tanggung jawab dan aku sekarang hamil dan setelah menghina kalian aku di do dari kampus akibat hamil itu dan satrio sekarang dipenjara lalu dia meninggal dipukulin di dalam sel dan aku jadi gelandangan gini" sahutnya dan kemudian Cecep pun merangkul dan berkata "aku dan sahabatku udah maafkan kamu, dan banyak masalah yang kamu alami harus jadi pelajaran dan aku mau satu hal sama kamu" "apa itu?" tanya Marissa kembali dan Cecep pun menjawab "aku ingin beribadah kepada ALLAH SWT secara sempurna dan untuk memenuhi itu, apakah kamu mau menjadi istriku?" "iya aku mau cep demi nebus kesalahan aku" sahut Marissa dan Cecep pun berkata lagi "gausah lah, aku mah legowo sayang kan lagian aku nikahin kamu demi ibadah karena mengurus anak mu itu" sambil menunjuk perut hamil Marissa dan sahabat nya pun juga yang perempuan merangkul nya dan berkata "kita udah maafin kamu dari awal kokamu mau ya sama kita semua dan kamu sama Cecep bahagia pasti" sahut Denira dan Rere pun turut senang lalu Yadi dan Juned turut senang dan setelah itu, Cecep dan Marissa melangsungkan pernikahan hingga akhirnya Marissa terbelalak di rumah Cecep "waw alhamdulillah, aku senang sama kamu yaah suamiku dan aku akan berbakti terus sama dirimu sayang" sahut rayu Marissa dan bersama Cecep berpelukan dan hidup bahagia bersama-sama selamanya bersama para sahabat yang sangat baik dan penolong. Mereka semua hidup bahagia hingga ajal menjemput dan Cecep pun tutup usia secara mendadak dan mengejutkan banyak pihak, lalu sang bapak pun berkata "Marissa, sekarang kamu pengganti anakku" lantas mereka saling berpelukan dengan sedih. Berbulan-bulan setelah Cecep tutup usia, Marissa sadar akan harta itu titipan tuhan dan sangat terharu karena ia baru mengetahui bahwa aslinya sang mantan suami seperti ini. 

Sekian dan terimakasih


KATA KATA HIKMAH

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Pemuda Penyabar Menjadi Kaya Raya dan Dikenal di Luar Negeri (cerpen)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel