Banser ! Sejarah Awal mula Banser dan Struktur organisasi
Banser
Banser adalah singkatan dari Barisan Ansor Serbaguna, sebuah badan semi-otonom dari Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Banser berperan menjaga keamanan, ketertiban sosial-keagamaan, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana. Organisasi ini memiliki seragam khas berwarna hijau dan komitmen kuat dalam menjaga keutuhan NKRI.
Peran dan fungsi Banser
Keamanan dan ketertiban: Menjaga keamanan acara-acara keagamaan, sosial, dan acara yang diadakan oleh NU serta organisasi afiliasinya.
Penanggulangan bencana: Bertindak sebagai relawan dalam penanggulangan bencana alam maupun sosial, mirip dengan peran Search and Rescue (SAR).
Ketahanan sosial-keagamaan: Menjaga persatuan dan menjaga dari pihak-pihak yang dianggap mengancam ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penegakan hukum: Membantu aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban dan siap membantu menangkap pelaku kejahatan jika diperlukan.
Layanan sosial: Memberikan bantuan dan pelayanan sosial kepada masyarakat, seperti pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Struktur organisasi dan sumber daya
Semi-otonom: Berstatus semi-otonom dari GP Ansor, sehingga memiliki otonomi yang lebih tinggi dalam beberapa hal namun tetap terkoordinasi dengan GP Ansor.
Satuan khusus: Memiliki berbagai satuan khusus untuk mendukung kegiatannya, seperti Densus 99 Asmaul Husna (keagamaan), Bagana (tanggap bencana), Balakar (penanggulangan kebakaran), Balantas (lalu lintas), dan Basada (kesehatan).
Keanggotaan: Memiliki anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah anggotanya diperkirakan sangat besar.
Sejarah Banser
Sejarah Banser berawal dari pembentukan Barisan Ansor Nahdlatul Oelama (BANOE) pada tahun 1937 di Malang, Jawa Timur, sebagai organisasi kepanduan dari Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor). BANU kemudian secara resmi dilembagakan pada tahun 1962 dan berganti nama menjadi Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Pembentukannya adalah respons terhadap situasi politik yang memanas dan untuk mengamankan kegiatan NU.
Awal mula (1937)
Pembentukan BANOE: BANOE didirikan oleh Ansor Nahdlatul Oelama (ANO) cabang Malang dan resmi diluncurkan di Kongres ANO ke-2 pada tahun 1937.
Tujuan awal: BANOE dibentuk sebagai organisasi kepanduan yang menitikberatkan pada aspek kebangsaan dan bela negara.
Kegiatan awal: BANOE menjalankan berbagai kegiatan yang mirip dengan organisasi kepanduan lainnya, seperti baris-berbaris, pelatihan fisik, dan pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK).
Pelembagaan (1962)
Pengesahan NU: BANU (Banoe) mendapatkan pengesahan resmi dari Nahdlatul Ulama (NU) pada Muktamar ke-15 di Surabaya.
Perubahan nama menjadi Banser: BANOE kemudian resmi dilembagakan dan berganti nama menjadi Banser pada tahun 1962.
Misi utama: Tujuan utama pembentukan Banser adalah untuk mengamankan berbagai kegiatan yang digelar oleh Partai NU, seiring dengan semakin panasnya persaingan politik.
Peran penting dan evolusi
Peran dalam G30S/PKI: Banser memiliki andil besar dalam peristiwa G30S/PKI, khususnya dalam membantu menangkap para aktivis PKI di beberapa wilayah.
Kiprah kontemporer: Seiring waktu, Banser terus berkembang dan kini berperan penting dalam berbagai bidang, termasuk pengamanan kegiatan keagamaan, penanggulangan bencana, dan penjagaan keutuhan NKRI dari ancaman radikalisme.



0 Response to "Banser ! Sejarah Awal mula Banser dan Struktur organisasi"
Post a Comment